Tutup Menu

Tanda Tangan Nota Kesepahaman Desa Adat Renon dengan Pemerintah Provinsi Papua tentang Komitmen Menjaga Keamanan & Ketertiban Umum Mahasiswa Papua di Bali

Sabtu, 03 Desember 2022 | Dilihat: 82 Kali
Penandata tanganan Nota Kesepahaman MOU ditanda tangani oleh Bendesa Adat (Ketua Adat) Desa Renon I Wayan Suarta dan Kasubag Sarana dan Prasaran Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Papua Lazarus Satya, disaksikan oleh jajaran Pemerintah Kota Denpasar, bertempat di Wantilan Desa Adat Renon, Jumat (2/12) siang.
    
Denpasar, GI-News.Com II Buntut kericuhan yang terjadi di Asrama Putra Papua Jl. Tukad Yeh Aya IX Nomor 52, Desa Renon-Denpasar Selatan, pada Rabu pagi 16 November 2022 antara kelompok mahasiswa Papua yang akan melakukan demo dengan membawa pamflet dan spanduk yang dihadang oleh Ormas Patriot Garuda Nusantara Bali (PGN) pimpinan Gus Yadi, masyarakat serta pihak Desa Adat Renon yang coba mengamankan daerahnya dari kericuhan demi menjaga ketertiban umum saat KTT G20 di Nusa Dua Bali.

Peristiwa kericuhan tersebut berakhir sangat baik dengan Penandatanganan MOU (Nota Kesepahaman) “Komitmen Bersama Menjaga Keamanan & Ketertiban Hukum Wilayah Hukum Kota Denpasar di Desa Adat Renon Terkait Asrama/Kontrakan Mahasiswa Milik Pemerintah Provinsi Papua”.

MOU tersebut ditanda tangani oleh Bendesa Adat (Ketua Adat) Desa Renon I Wayan Suarta dan Kasubag Sarana dan Prasaran Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Papua Lazarus Satya, bertempat di Wantilan Desa Adat Renon, Jumat (2/12) siang.

Hadir pada penandatangan tersebut antara lain; Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana beserta jajaran, Wadanramil Densel Kapten I Ketut Teken, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana, Majelis Alit Denpasar Selatan I Made Sutama, Ketua PGN Makowil Bali H. Daniar Tri Sasongko, SH, M.Hum beserta jajaran serta unsur Pemerintah Kota Denpasar lainnya.
Pendatanganan Nota Kesepahaman disaksikan oleh Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana dan Wadanramil Denpasar Selatan Kapten I Ketut Teken
​​​​

Bendesa Adat (Ketua Adat) Desa Renon I Wayan Suarta mengucapkan terima kasih kepada Lazarus Satya dan rombongan yang mewakili Pemerintah Provinsi Papua yang datang dari jauh, khusus untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang tidak pernah ada sebelumnya.

Wayan Suarta juga menyampaikan apresiasinya kepada Lazarus yang sudah memberikan pengertian dan arahan kepada para mahasiswa asal Papua. “Dengan kedatangan Bapak Lazarus, kami harapkan tidak ada lagi demo-demo yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa Papua”, ujar Wayan Suarta.

Pada kesempatan yang sama Lazarus Satya mengucapkan terima kasih atas sambutan Wayan Suarta selaku Bendesa Adat Desa Renon. Lazarus juga meminta maaf atas terjadinya peristiwa kericuhan mahasiswa Papua dengan masyarakat dan Desa Adat Renon.

Sebagai seorang bapak yang anak-anaknya didalam perantauan ia mengucapkan terima kasih atas penerimaan masyarakat Bali terhadap anak-anaknya yang sedang menimba ilmu di Bali agar nanti bermanfaat untuk membangun Papua.

Lebih jauh Lazarus menghimbau kepada seluruh mahasiswa Papua yang sedang kuliah di Bali agar mereka lebih tekun dalam menimba ilmu, “agar sekembalinya ke Papua bisa membangun Papua lebih baik lagi”.

“Apabila ingin menyampaikan aspirasi, sampaikanlah melalui jalur yang tepat, yang tidak melanggar norma-norma setempat dan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat”, ujar Lazarus.

Pada acara ramah tamah Ketua PGN Makowil Bali H. Daniar berbincang-bincang dengan Kasubag Sarana dan Prasaran Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Papua, Lazarus Satya, saling meminta maaf dan membicarakan masa depan bangsa bersama, termasuk membangun Indonesia bersama-sama dengan mahasiswa dari Papua yang sekarang sedang menimba ilmu di Bali.

Pewarta: su

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media GI-News.com